Monday, February 17, 2020

Menelaah Penggunaan Bahasa Dalam Teks Prosedur

Penggunaan bahasa yang sempurna dalam berkomunikasi akan menjadikan gosip yang disampaikan gampang diterima oleh lawan bicara kita. Agar sanggup memakai bahasa Indonesia dengan baik dan benar, Anda harus mempunyai pengetahuan yang memadai ihwal unsur-unsur kebahasaan pada jenis-jenis teks. Setiap teks umumnya mempunyai unsur kebahasaan yang berbeda. Begitu pula dengan teks prosedur.

Ciri bahasa yang digunakan pada teks mekanisme diantaranya yakni kalimat perintah alasannya pada teks mekanisme pembaca berfokus untuk melaksanakan suatu kegiatan. Selain kalimat perintah juga diberikan saran, dan larangan biar diperoleh hasil maksimal pada waktu menggunakan, membuat, penggunaan kata dengan ukuran akurat, dan memakai kelompok kalimat dengan batasan yang jelas. Berikut ini klarifikasi mengenai penggunaan bahasa pda teks prosedur.

1. Penggunaan Kalimat perintah
Kalimat perintah merupakan kalimat yang mengandung makna memerintah atau meminta seseorang untuk melaksanakan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penutur atau penulisnya. Ciri-Ciri Kalimat Perintah
  • Intonasi pada bab tengah kalimat naik atau meninggi.
  • Diakhiri dengan tanda baca seru (!).
  • Kalimat perintah memakai pola inversi.
  • Biasanya memakai partikel lah ataupun kan.

Berikut ini referensi pernyataan dan bentuk kalimat perintahnya.
  • Pernyataan : Anda perlu memosisikan badan sejajar dengan monitor.
  • Perintah : Posisikan badan sejajar dengan monitor

2. Penggunaan Bentuk Pasif (untuk proses)
Instruksi/panduan sanggup diberikan dalam bentuk pasif bila kita ingin berbicara ihwal proses, yaitu bagaimana sesuatu dibuat atau dilaksanakan, bukan ihwal bagaimana menciptakan atau melaksanakan sesuatu. Penggunaan bentuk pasif dalam teks mekanisme biasanya untuk memberi saran suplemen atau peringatan supaya tidak terjadi kesalahan fatal/ membahayakan.
  1. Aktif : Anda sebaiknya menekan tombol keyboard dengan lembut.
  2. Proses pasif : Tombol keyboard sebaiknya ditekan dengan lembut.
Penggunaan bahasa yang sempurna dalam berkomunikasi akan menjadikan gosip yang disampaika Menelaah Penggunaan Bahasa dalam Teks Prosedur
3. Penggunaan kriteria/ batasan
Teks mekanisme dibuat biar orang sanggup melaksanakan menyerupai apa yang ditulis. Oleh alasannya itu, kalimat pada teks mekanisme harus rinci dan terang batasannya.
  • Tanpa batasan : Angkat kaki kanan.
  • Dengan batasan : Angkat kaki kanan setinggi lutut.
  • Dengan batasan : Langkahkan kaki kanan dua kali dan pada hitungan 4 bertepuk tangan.

4. Penggunaan Kata Keterangan Cara, Keterangan Alat, dan Keterangan Tujuan 
Adverbia atau kata keterangan yakni kelas kata yang menunjukkan keterangan kepada kata lain, menyerupai verba (kata kerja) atau adjektiva (kata sifat). Adverbia yang banyak digunakan pada teks mekanisme yakni keterangan cara, keterangan alat, dan keterangan tujuan.
Kata KeteranganContoh
Keterangan cara
Adverbial ini menambah keterangan cara pada acara atau peristiwa
yang terjadi (dengan, dan secara).
  1. Bungkuslah gabungan dengan rapat.
  2. Talikan rafia dengan cara menyilang
  3. Minum cairan tanpa diaduk.
  4. Bunyikan secara serentak semua gendang
  5. Buat isi makanan ringan anggun dengan cara mencampur potongan buah dengan selai.
  6. Jahit bab A secara zig zag sehingga membentuk kepala boneka.
  7. Dengan sedikit meluangkan waktu, kita sanggup menciptakan makanan sehat dan murah.
  8. Dengan selalu mencuci tangan secara rutin, kita akan terhindar dari beberapa penyakit.
Keterangan alat
Adverbial ini menjelaskan alat yang digunakan pada sebuah acara atau
peristiwa, contohnya dengan … , memakai … , dengan menggunakan
  1. Para penebang kayu itu menebang pohon dengan gergaji mesin.
  2. Lukis kain dengan memakai canting.
  3. Penjahit itu menciptakan baju dengan alat jahit traditional.
  4. Para perajin membatik memakai canting.
  5. Ayah mengantarkan adikku ke sekolah memakai motor.
  6. Penjahit itu menciptakan baju dengan alat jahit traditional.
  7. Budi memukul Jhoni dengan memakai kayu.
  8. Petani membajak sawahnya dengan memakai mesin traktor.
Keterangan tujuan
Adverbial ini menambahkan gosip tujuan pada kalimat, misalnya
untuk, supaya, dan, agar.
  1. Malam jangan terlalu panas biar tidak merusak kain
  2. Aku berguru sepanjang malam supaya naik kelas.
  3. Ibu menyirami bunga biar tumbuh subur dan tidak layu.
  4. Para pejuang yang gugur itu berjuang demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
  5. Ayahku bekerja sepanjang malam untuk kebahagiaan anak – anaknya.
  6. Gadis itu berdandan dengan sangat menor untuk mendapat perhatian para lelaki.
Keterangan derajat / kuantitas
Kata ini menambahkan keterangan kuantitas pada sebuah kalimat yang
disertainya
  1. Setelah dicelup, angkat kain secepatnya.
  2. Langkahkan kaki dua langkah ke kanan dan hitungan keempat tepuk tangan satu kali.
  3. Setidaknya flora dipupuk sebulan sekali.
  4. Ulangi gerakan selama tiga kali.
  5. Aku mengumpulkan kupon belanja itu sebanyak – banyaknya.
  6. Abdul menunjukkan makanan kepada adiknya sedikit sekali.
  7. Dokter menyarakan untuk meminum obat dua kali sehari.
Keterangan syarat
Kata keterangan ini menambahkan keterangan syarat terjadinya suatu
insiden (jika).
  1. Jika malam yang digunakan pada canthing terlalu panas akan merusak kain.
  2. Jika gula terlalu banyak akan cepat gosong.
  3. Aku akan datang, bila hari esok tidak hujan.
  4. Jika saya punya banyak uang, saya akan berlibur ke Eropa.
  5. Budi tidak akan dimarahi guru, bila saja beliau tiba sempurna waktu.
Keterangan akibat
Kata keterangan ini menambah keterangan tanggapan yang ditimbulkan dari
sebuah peristiwa/ acara (hingga, akibatnya, sehingga, sampai, menjadi).
insiden (jika).
  1. Goreng gabungan hingga kecoklatan.
  2. Ulangi acara hingga materi habis.
  3. Dia tidak makan sehari semalam hingga tubuhnya menjadi lemas.
  4. Adi memukul kucing hingga kucing tersebut mati.
  5. Banyak orang membuang sampah sembarangan, hasilnya banjir melanda.
  6. Pakaian putih itu jarang dicuci hingga berwarna kecoklatan.

5. Menggunakan Kalimat Saran/ Larangan
Teks mekanisme memandu pembaca biar selamat, aman, dan sanggup mencapai hasil maksimal. Oleh alasannya itu, bahasa teks mekanisme juga memakai saran, keharusan, dan larangan biar tidak menjadikan bahaya. Penggunaan kata/frase hubung: sebaiknya, hindari, jangan, bila tidak … atau kecuali jika, sebaiknya.

Penekanan untuk hal-hal yang perlu diperhatikan dalam teks panduan/instruksi sering diberikan dalam bentuk kata kerja perintah (imperatif), atau dengan anda sebaiknya (pilihan saran) atau kau harus (pernyataan keharusan). Penekanan ini juga sanggup dinyatakan dengan cara berikut: Jika kau tidak (kecuali bila kamu) melaksanakan secara perlahan akan membahayakan otot leher.

6. Menggunakan Kata Penghubung, Pelesapan, Kata Acuan
Langkah dalam panduan sanggup dihubungkan dengan ungkapan menyerupai kemudian, sekarang, berikutnya, sehabis ini. Kadang-kadang penulis memakai suatu penghubung yang diulang terlalu sering. Untuk itu diharapkan pelesapan. Pelesapan yakni penghilangan bab tertentu yang sama dan sudah disebutkan sebelumnya. Pelesapan biasanya terdapat pada kalimat beragam rapatan.

Kalimat beragam rapatan yakni gabungan beberapa kalimat tunggal yang alasannya subjek, predikat, atau objeknya sama sehingga bab yang sama disebutkan hanya sekali. Pelesapan juga banyak dilakukan pada teks prosedur.
  1. Masak tepung ketan dan cairan santan selama 30 menit.
  2. Aduk terus (tepung dan santan yang dimasak) hingga mengental dan berwarna kecoklatan.
  3. Angkat gabungan dan sehabis masbodoh cetak (hasil tepung dan santan yang telah mengental) hingga membentuk persegi panjang.
  4. Taburi wijen di atasnya (hasil tepung dicampur santan yang telah mengental dan telah dibuat menjadi persegi panjang)
  5. Iris (hasil tepung dicampur santan yang telah mengental dan telah dibuat menjadi persegi panjang serta ditaburi wijen) setebal 2 cm, kemudian bungkus dengan plastik.
  6. Kemas pada kardus kecil

Latihan: perbaikilah kalimat yang belum dilesapkan pada kolom kiri
Kata KeteranganContoh
Bersihkan sepatu dengan lap lembap dan keringkan. Setelah sepatu kering, semir dengan memakai kain tebal.Bersihkan sepatu dengan lap lembap dan keringkan; kemudian semir dengan memakai kain tebal.
Bentuk adonan bulat-bulat kemudian panggang adonan hingga adonan berwarna kecoklatanBentuk gabungan bulat-bulat lalu panggang hingga berwarna kecoklatan
Masak tepung ketan dan cairan santan selama 30 menit. Selama memasak terus aduk tepung dan santan hingga mengental.Masak tepung ketan beserta cairan santan selama 30 menit, kemudian aduklah hingga benar benar mengental.

7. Penggunaan Akhiran –i dan akhiran –kan pada Teks Prosedur
Akhiran i digunakan bila objek dalam kalimat tidak bergerak. Akhiran –kan digunakan bila objek bergerak.
Contoh
  1. Lumuri loyang dengan mentega
  2. Lumurkan mentega pada loyang

Buat kalimat perintah dengan memakai akhiran –i dan akhiran – kan! Tiap orang menciptakan dua kalimat. Buat menyerupai contoh
Akhiran iAkhiran kan
Taburi roti yang sudah masak dengan keju parut.Taburkan keju parut pada roti yang sudah matang
Lumuri loyang dengan mentegaLumurkan mentega pada loyang
Olesi sebagian roti dengan mentegaOleskan mentega pada sebagian roti
Olesi wajan untuk menciptakan martabak dengan minyakOleskan minyak pada wajan untuk menciptakan martabak
Taburi donat dengan ceres, keju, dan strawberryTaburkan ceres, keju, dan strawberry pada donat

Latihan
Buatlah kalimat perintah dengan memadukan kata kunci yang ada pada tabel. Lakukan menyerupai contoh!
Kata kerjaKata bendaKeterangan caraKalimat
adukadonanmengentalAduk gabungan hingga mengental
olesiloyangrataOlesi loyang hingga rata
bakarjagungkecoklatanBakar jagung hingga kecoklatan
potongpitamembentuk segitigaPotong pita sehingga membentuk segitiga
lipatkertasdua bagianLipat kertas menjadi dua bagian

No comments:

Post a Comment