Thursday, March 26, 2020

Penelitian Materi Tekstil Dengan Mikroskop

Mikroskop yakni sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Pemeriksaan serat materi tekstil sanggup dilakukan melalui mikroskop atau beling pembesar bila melalui kasat mata belum sanggup diketahui asal serat materi tekstil. Setiap serat bila diperbesar 100 kali melalui mikroskop atau beling pembesar akan menunjukkan bermacam macam gambaran. 

Melalui mikroskop kita sanggup melihat serat materi tekstil dengan terperinci penampang melintang dan penampang membujur dari tiap serat tekstil. Melalui microskop serat tekstil yang orisinil (belum disempurnakan) dengan serat tekstil yang telah disempurnakan juga akan nampak perbedaannya. Berikut yakni citra penampang serat tekstil yang dilihat melalui mikroskop.

A. Serat Alam
Serat alam yakni serat yang eksklusif diperoleh di alam. Pada umumnya kain dari Serat alam memiliki sifat yang hampir sama yaitu kuat, padat, gampang kusut, dan tahan penyetrikaan”. Serat alam digolongkan lagi menjadi serat proten yang terdiri dari wol dan sutera, serat selulosa yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

1. Serat Protein (Wol, Sutera)
Golongan serat alam yang berasal dari binatang (protein) terdiri dari serat alam dan serat buatan. Wool dan sutera termasuk golongan serat alam,

a. Serat Wol
Wol yakni materi tekstil yang terbuat dari bulu domba jenis biri biri. Bila dilihat melalui mikroskop, serat wol terdiri dari dua atau tiga lapisan
  • Kulitnya terjadi dari sisik sisik tindih menindih mirip gelas tersusun. Sisik ini dilindungi oleh selaput tipis (membrane) yang tidak mengandung protein dan bersifat menolak air.
  • Kulit bab dalam yang terdiri dari sel sel yang menbentuk 90 % dari serabut.
  • Medula atau sumsum di tengah tengah yang mengandung pigment dan memilih warna serat. Medula hanya terdapat pada wol yang bergairah dan wol yang tidak berasal dari biri biri.
 Mikroskop yakni sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan  Penelitian Bahan Tekstil Dengan Mikroskop
b. Sutera
Sutera yakni serat protein berbentuk Filament atau benang terus yang terbuat dari jenis serangga yang disebut Lepidoptera. Serat tersebut dihasilkan oleh larva ulat sutera ketika membentuk kepompong.
  1. Dengan mikroskop terlihat dua filament yang disatukan dengan perekat, (serisin).
  2. Filamen terlihat sebagai pita yang bergaris garis dan terdapat gumpalan disana sini yang menghubungkan antara pita pita yang satu dengan yang lain. Dengan air panas serisin akan mencair dan terlepas, kemudian akan tampak dua filamen yang tidak mengandung serisin terlihat berkilau dan tembus terang.
 Mikroskop yakni sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan  Penelitian Bahan Tekstil Dengan Mikroskop
2. Penelitian Serat Sellulosa
Sellulosa yakni golongan serat alam yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Serat yang termasuk serat sellulosa dari alam antara lain, serat biji (kapas dan kapok), serat batang (lenan, rami, goni dan henep), serat daun (abaka dan sisal).

Kapas.
Di Jawa Timur ada tumbuhan kapas yang panjang seratnya sekitar 25 mm yang disebut dengan kapas kamboja. Penampang membujur dari serat kapas di bawah mikroskop tampak mirip pita pipih dan berpilin-pilin. Pilinan ini disebut pilinan asli. Pilin orisinil ini hanya terdapat pada kapas yang sanggup menyebabkan benang tidak terlepas waktu dipilin. Penampang melintang dari serat kapas dibagi 3 bab yaitu,
  1. Lumen merupakan rongga yang kosong, dalam keadaan lembap berisi air.
  2. Dindingnya dinamakan selulasa.
  3. Kutikula, merupakan lapisan yang sangat tipis dan mengandung zat semacam lilin (kulit). Kulit ini tidak larut dalam air, alasannya itu sukar mengisap zat warna. Pada waktu dikelantang kulit larut dalam air, oleh alasannya itu materi yang sudah dikelantang lebih gampang dicelup daripada materi yang belum dikelantang.

Lenan
Lenan yakni salah satu serat batang yang berasal dari tumbuhan vlas. Rusia yakni negara terbesar lenan di dunia tetapi Irlandia negara penghasil lenan terbaik. Serat lenan bila dilihat di bawah mikroskop, bentuknya mirip silinder. Pada bentuk silinder ini terlihat ruas-ruas yang ibarat bentuk batang bambu. Sedang bab dalamnya terdapat lumen yang sempit dibatasi oleh dinding tebal.

Rami
Rami berasal dari tumbuhan Bochmeria Nibea yang diambil batangnya. Bila dilihat melalui beling pembesar atau mikroskop, penampang lintang serat rami berbentuk oval atau lonjong dengan dinding sel yang tebal dan lumen yang pipih. Penampang membujur serat rami terlihat mirip silinder dengan permukaan bergaris garis dan berkerut membentuk benjolan benjolan kecil.

Goni
Serat Goni yakni serat kulit batang yang dikenal semenjak zaman Mesir kuno. India merupakan penghasil dan pengolah Goni yang utama di dunia. Selain India negara penghasil Goni yakni Taiwan dan Brazilia.

Bila dilihat melalui beling pembesar (mikroskop), penampang lintang serat goni berbentuk segi banyak dengan sudut sudut yang tajam. Dinding sel tebal dan lumen lebar berbentuk lonjong. Bentuk lumen tidak teratur, bab yang terdekat dengan dasar lebar dan bab erat ujung menyempit, ujung serat meruncing

Rosela
Rosela, yakni serat yang diambil dari kulit pohon Rosela (Java Jute). Bila dilihat melalui beling pembesar penampang lintang serat rosela berbentuk segi banyak, dinding sel tebal dan lumen berbentuk oval. Bentuk penampang membujur lumen tidak teratur ujung serat meruncing.

Sisal
Sisal berasal dari daun tumbuhan Agave sisalana. Serat sisal pada umumnya dibentuk untuk tali-temali. Struktur serat sisal berbentuk memanjang sepert i silinder dengan lumen lebar dan pada ujung sel tumpul, adakala bercabang. Penampang lintang berbentuk segi banyak membulat.

B. Penelitian Serat Buatan
  1. Rayon kupramonium. Serat kupramonium, terlihat berkilau lembut mirip filament sutera.
  2. Serat Rayon Viskosa, Serat rayon viscosa terlihat mirip benang memanjang, lebar, dan licin.
  3. Serat Asetat Serat asetat, bila diletakkan di bawah mikroskop kelihatan berkilau dan memiliki dua garis yang membagi serat itu.
  4. Nilon bila diselidiki dengan mikroskop tampak sangat berkilau berbentuk bulat, rata (tidak berbintik-bintik) dan jernih (transparant).
  5. Dekron. Dekron, bila dilihat dengan mikroskop, tampak lurus, rata, dan bulat, terlihat titiktitik tersebar di seluruh serat.
  6. Serat Orlon dilihat dengan mikroskop ibarat tulang anjing, sedangkan bila dilihat dari samping terlihat memanjang, rata dan licin.
  7. Serat Asbes Serat asbes dibawah mikroskop terlihat bentuknya bergelombang hingga lurus, tidak padat mirip pipa.
  8. Serat Gelas/Kaca Serat Gelas, dilihat dengan mikroskop akan tampak bulat, tembus cahaya, sangat halus, dan amat gampang dilentur.

C. Penelitian Secara Visual Dengan Mikroskop
Alat dan materi yang diharapkan antara lain:
  1. Mikroskop atau mikroskop slide dan cover slip.
  2. Jarum bedah.
  3. Pipet (Droper Eye).
  4. Serat materi tekstil/benang sebagai sampel penelitian.
  5. Air suling untuk pemasangan seluruh serat lainnya.
  6. Parafin cair (zat ini hanya dipakai untuk serat rami).

Langkah kerja
  1. Siapkan buku/kertas untuk mencatat hasil penelitian.
  2. Siapkan semua peralatan dan materi yang akan digunakan.
  3. Tempatkan 2 hingga 3 tetes air suling dengan memakai pipet (droper eye) pada slide mikroskop atau mikroskop yang sederhana, potong sekitar 10 serat materi tekstil sepanjang 5 mm dan pastikan serat tersebut jatuh kedalam tetesan air suling.
  4. Tekan dan aduk serat tersebut memakai jarum bedah secara perlahan dan hati-hati, tempatkan epilog slide diatas serat materi tekstil kemudian amati dan periksa serat secara teliti untuk melihat strukturnya.
  5. Gambarlah bagan dari struktur serat materi tekstil yang telah anda teliti di bawah mikroskop (penampang membujur dan penampang melintang)

No comments:

Post a Comment