Wednesday, March 25, 2020

Alur Pengembangan Aplikasi Web

Berdasarkan persepsi dari beberapa pengembang perangkat lunak dan ahli-ahli dalam bidang rekayasa perangkat lunak (software engineering professional), Pengembangan Aplikasi Web tidaklah sama dengan rekayasa perangkat lunak walaupun keduanya melibatkan pemrograman dan pengembangan perangkat lunak. Pengembangan Aplikasi Web yakni adonan dari print publishing dan pengambangan perangkat lunak, diantara marketing dan perhitungan dan diantara seni dan teknologi. Alternatif model dari Pengembangan Aplikasi Web yakni sebagai berikut :

A. Formulasi (formulation)
Kegiatan yang berfungsi untuk merumuskan tujuan dan ukuran dari aplikasi berbasis web serta memilih batasannya sistem. Tujuan yang ingin dicapai bisa dibedakan menjadi dua kategori, yaitu :
  1. Tujuan yang bersifat informatif yaitu menyediakan suatu info tertentu kepada pengguna, berupa teks, grafik, audio, dan video.
  2. Tujuan yang bersifat fungsional yaitu kemampuan untuk melaksanakan suatu fungsi yang dibutuhkan pengguna, misal dengan memakai aplikasi tersebut seorang guru sanggup memperoleh nilai simpulan dan statistik nilai guru dari data-data ujian, tugas, kuis yang ia input ke dalam aplikasi

B. Perencanaan (planning)
Kegiatan yang dipakai untuk menghitung estimasi biaya proyek pembuatan aplikasi berbasis web ini, estimasi jumlah pengembang, estimasi waktu pengembangan, penilaian resiko pengembangan proyek, dan mendefinisikan agenda pengembangan untuk versi selanjutnya (jika diperlukan).

Analisis (analysis)
Kegiatan untuk memilih persyaratan-persyaratan teknik dan mengidentifikasi info yang akan ditampilkan pada aplikasi berbasis web. Analisis yang dipakai pada rekayasa web dilakukan dari empat sisi, yaitu :
  1. Analisis isi informasi. Mengidentifikasi isi yang akan ditampilkan pada aplikasi berbasis web ini. Isi info sanggup berupa teks, grafik, audio, maupun video.
  2. Analisis interaksi. Analisis yang mengatakan korelasi antara web dengan pengguna.
  3. Analisis fungsional. Analisis ihwal proses bagaimana aplikasi berbasis web ini akan menampilkan info kepada pengguna.
  4. Analisis konfigurasi. Konfigurasi yang dipakai pada aplikasi berbasis web, internet, intranet, atau extranet. Selain itu, analisis ini juga mencakup kekerabatan database dengan web kalau diperlukan.

Rekayasa (engineering)
Terdapat dua pekerjaan yang dilakukan secara paralel, yaitu desain isi info dan desain arsitektur web. Pada ketika tahap desain, ada beberapa hal yang perlu dilakukan :
  1. Pembuatan Diagram Wireframe (Gambar Rangka), tujuan dari diagram gambar rangka yakni untuk mengatakan bagaimana lay out halaman web dan mengatakan di mana fungsi dan konten menyerupai navigasi, kotak pencarian, elemen bentuk dan sebagainya, tanpa desain grafis. 
  2. Diagram Situs, Sebuah diagram situs mengatakan struktur situs secara keseluruhan dan bagaimana halaman individual berafiliasi satu sama lain. 
  3. Storyboard dan diagram alir pengguna, Storyboard ini bertujuan untuk mengatakan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menuntaskan tugas-tugas, opsi yang mungkin, dan juga memperkenalkan beberapa standar jenis halaman.
 Berdasarkan persepsi dari beberapa pengembang perangkat lunak dan hebat Alur Pengembangan Aplikasi Web
Implementasi (page generation) & pengujian (testing)
Suatu aktivitas pengembangan untuk mewujudkan desain menjadi suatu web site. Teknologi yang dipakai tergantung dengan kebutuhan yang telah dirumuskan pada tahap analisis. Dalam tahap pengembangan ini, mencakup kegiatan:
  1. Authoring, yakni istilah yang dipakai untuk proses mempersiapkan konten untuk nantinya diunggah di Web, atau lebih khusus, menandai konten dengan tag HTML yang menggambarkan isi dan fungsinya.
  2. Styling, dalam development web, penampilan halaman dalam browser dikendalikan oleh hukum style yang ditulis dalam CSS ( Cascading Style Sheets )
  3. Scripting dan pemrograman, ada bahasa pemrograman web terkait diantaranya PHP, Ruby, Python, dan ASP.NET, yang berjalan pada server dan mengolah data dan info sebelum dikirim ke browser pengguna.

Pengujian dilakukan sehabis implementasi selesai dilaksanakan. Pengujian mencakup beberapa parameter yang akan memilih standar aplikasi berbasis web yang telah dibuat. Pengujian bertujuan untuk menemukan kesalahan dan lalu memperbaikinya. Ada beberapa pendekatan yang dipakai untuk melaksanakan pengujian, yaitu :
  1. Pengujian fungsional dan operasional (fungsional and operational testing) bertujuan untuk menguji masukan dan keluaran dari aplikasi ini.. Untuk menguji code HTML dan CSS yang dipakai sanggup memakai alat bantu W3C HTML Validation Service di http://validator.w3.org/ dan W3C CSS, Validation Service di http://jigsaw.w3.org/css-validator/
  2. Pengujian navigasi (navigation testing) dipakai untuk melihat kesesuaian antara desain navigasi dengan navigasi yang ada di aplikasi. Navigasi berafiliasi dengan link-link yang
  3. terdapat didalam aplikasi. Untuk menguji link sanggup dipakai alat bantu W3C Link Checker Service di http://validator.w3.org/checklink
  4. Pengujian konfigurasi (configuration testing) dilakukan pada sistem operasi, browser, sistem perangkat keras dan perangkat lunak pendukung. Pengujian ini dilakukan untuk memilih batas toleransi kebutuhan aplikasi akan perangkat lunak dan perangkat keras pendukungnya.
  5. Pengujian keamanan dan performansi (security and performance testing) dilakukan untuk melihat tingkat keamanan aplikasi dengan cara menguji aspek-aspek yang sanggup mengakibatkan gangguan keamanan aplikasi maupun server. Pengujian performansi sanggup dilakukan bersamaan dengan pengujian keamanan aplikasi, alasannya yakni keamanan aplikasi berbasis web juga tergantung dari performansi server dan aplikasi tersebut.

Evaluasi oleh Konsumen (customer evaluation)
Suatu aktivitas simpulan dari siklus proses rekayasa web, akan memilih apakah web yang telah selesai dibentuk tersebut sesuai dengan yang mereka inginkan. Apabila aplikasi berbasis web ini belum sesuai dengan kehendak mereka, maka proses rekayasa web akan terus dilakukan dan dimulai lagi dari tahap formulasi untuk versi berikutnya.

Secara umum Alternatif model dari Pengembangan Aplikasi Web yakni sebagai berikut : Formulasi, Perencanaan (planning), Analisis (analysis), Rekayasa (engineering), Implementasi (page generation) & pengujian (testing), Evaluasi oleh konsumen (customer evaluation).

No comments:

Post a Comment