Friday, December 6, 2019

Meneladani Para Nabi Dan Ashabul Kahfi

Nabi Yunus a.s. yakni seorang rasul yang mengajak kaumnya untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan Mahasuci. Nabi Zakaria yakni rasul yang berdakwah perihal agama tauhid. Sudah berusia 90 tahun, tetapi belum dikaruniai seorang anak. Nabi Yahya a.s. yakni anak Nabi Zakaria a.s. yang taat dan hormat kepada orang tuanya. Nabi Isa a.s. yakni rasul yang termasuk Ulul Azmi. Nabi Isa a.s. diutus kepada Bani Israil, untuk mengajarkan perihal keesaan Tuhan dan menyelamatkan mereka dari kesesatan. Ashabul Kahfi merupakan kisah tujuh orang cowok dan seekor anjing yang ditidurkan oleh Allah Swt.

A. Kisah Keteladan Nabi Yunus a.s.
Nabi Yunus a.s. yakni salah satu nabi yang mengalami kehidupan dalam tiga kegelapan, yaitu kegelapan di dalam perut ikan, kegelapan di lautan, dan kegelapan malam. Nabi Yunus a.s. yakni pembawa aliran tauhid. Beliau meratapi tindakannya alasannya yakni meninggalkan umat yang tidak mau bersujud kepada Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa. Beliau berdoa dengan nada penyesalan di dalam perut ikan, ibarat telah dijelaskan di dalam Q.S. al-'Anbiya/21':87 yaitu:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ ...
Artinya:
”Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, saya termasuk orang-orang yang zalim.” (Q.S. al-Anbiya' 21:87)

Nabi Yunus bin Matta diutus oleh Allah Swt. untuk berdakwah kepada penduduk ”Ninawa” di wilayah Maushil, Irak yang menyembah berhala. Mereka mendustakan Nabi Yunus a.s. mengolok-olok, dan menghinanya. Setelah usang menghadapi mereka, Nabi Yunus a.s. pun murka kepada kaumnya dan tidak berharap lagi keimanan mereka.

Allah Swt. memberi tahu bahwa akan mengazab umat Nabi Yunus sehabis berlalu tiga hari. Maka, mereka segera bertaubat kepada Allah Swt., dan meratapi perilaku mereka selama ini. Ketika itu, mereka berdoa memohon ampun kepada Allah Swt. semoga azab itu diangkat dari mereka. Allah Swt. menjauhi azab itu dari mereka alasannya yakni kesungguhan doanya. Allah Swt. berfirman di dalam Q.S. Yunus/10:98.

فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ

Artinya:
”Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, kemudian imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka hingga waktu tertentu.” (Q.S. Yunus/10:98)

Nabi Yunus a.s. tetap meninggalkan kampung kaumnya alasannya yakni marah, padahal Allah Swt. belum mengizinkannya. Saat Nabi Yunus a.s. diatas kapal ombak bahari menjadi dahsyat dan hampir tenggelam. Setelah dilakukan undian sebanyak tiga kali dan kesudahannya tetap sama. ternyata Nabi Yunus a.s harus terjun ke bahari untuk mengurangi beban kapal.

Pada dikala Nabi Yunus a.s. melompat dari kapal, Allah Swt. telah mengirimkan ikan paus besar yang pribadi menelan Nabi Yunus a.s. dengan tidak merobek dagingnya atau mematahkan tulangnya. Nabi Yunus a.s. pun tinggal di perut ikan itu dalam beberapa waktu dan dibawa mengarungi lautan oleh ikan itu.

Hikmah dari kisah Nabi Yunus a.s. yang diuji Allah Swt. kita sanggup membayangkan, bagaimana susahnya bernapas di kegelapan perut ikan yang berenang di lautan dalam nan gelap. Namun, Nabi Yunus a.s. tetap ingat kepada Allah Swt. dan memanjatkan doa kepada-Nya. Singkat kisah, Nabi Yunus a.s. selamat hingga ke tepian berkat kasih sayang Allah Swt.

B. Kisah Keteladanan Nabi Zakaria a.s.
Pengharapan panjang Nabi Zakaria a.s. untuk mendapat keturunan tidak pernah surut. Nabi Zakaria a.s. yang taat beribadah terus berdoa tidak putus-putusnya kepada Allah Swt. Nabi Zakaria a.s. khawatir, bahwa jikalau ia wafat tanpa meninggalkan seorang pengganti, kaumnya akan kehilangan pemimpin dan akan kembali kepada cara-cara hidup mereka yang penuh dengan kemunkaran dan kemaksiatan.

Suatu insiden yang menakjubkan, Allah Swt. memberi gejala kehamilan isteri Nabi Zakaria
a.s., bahwa mulutnya tidak akan sanggup berbicara selama tidak sakit. Isteri Nabi Zakaria a.s. hanya bisa
berbicara instruksi dengan tangan atau lainnya untuk memahamkan orang. Selama tiga hari itu, ia harus memperbanyak bertasbih, bertahmid di waktu pagi dan petang.

Allah Swt. memberi seorang anak kepada Nabi Zakaria a.s. Anak yang diberi nama Yahya itu kelak sanggup meneruskan dakwah Nabi Zakaria a.s. Kisah Nabi Zakaria a.s. sanggup dijadikan teladan. Untuk memperoleh keinginan, kita harus berusaha dan terus berdoa dengan ikhlas. Kita dihentikan putus asa. Setiap cobaan yang Allah Swt. datangkan, tentu ada pesan tersirat yang terkandung di dalamnya.

C. Kisah Keteladanan Nabi Yahya a.s.
Nabi Yahya a.s. yakni anak Nabi Zakaria a.s. Nabi Yahya a.s. yakni seorang yang bertakwa. Beliau yakni seseorang yang cendekia pandai, berpikiran tajam semenjak ia berusia muda dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Nabi Yahya a.s. populer sebagai seorang nabi yang teguh pendirian dalam berdakwah. Nabi Yahya a.s. tetap memberikan larangan Allah Swt. kepada Raja Hirodus yang ingin menikahi anak tirinya, Herodia. Nabi Yahya a.s. tidak menghiraukan bahaya raja demi untuk menegakkan kebenaran dan melawan kebatilan. Bersama Nabi Zakaria (ayahnya), Nabi Yahya a.s. berdakwah membuatkan agama tauhid kepada umatnya, sehingga mereka terpelihara. Allah Swt. berfirman di dalam Q.S. Maryam/19:12-13.

يَا يَحْيَىٰ خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا

وَحَنَانًا مِنْ لَدُنَّا وَزَكَاةً ۖ وَكَانَ تَقِيًّا
Artinya:
”Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguhsungguh.” Dan Kami berikan pesan tersirat kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak ; dan (Kami jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan higienis (dari dosa). Dan dia pun seorang yang bertakwa. (Q.S.
Maryam/19:12-13).

Berdasarkan kisah Nabi Yahya a.s. di atas, kita sanggup mengambil suri teladan, yaitu kita harus mempunyai perilaku yang tegas untuk menyampaikan yang benar itu yakni benar dan yang salah tetaplah salah. Selain itu, perilaku hormat Yahya kepada orang bau tanah dan taat beribadah kepada Allah Swt. menjadi teladan bagi siapa pun juga.

D. Kisah Keteladanan Nabi Isa a.s.
Nabi Isa a.s. diutus kepada Bani Israil, untuk mengajarkan perihal keesaan Tuhan dan menyelamatkan mereka dari kesesatan. Nabi Isa a.s. dilahirkan pada tahun 622 sebelum Hijriah
atau sebelum tahun Masehi.

Dalam al- Qur’an, Nabi Isa a.s. disebut Isa bin Maryam atau Isa al-Masih. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 29 M dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 25 kali di dalam al-Qur’an.

Nabi Isa a.s. yakni utusan Allah Swt. dan diberi Kitab Suci Injil. Dalam memberikan aliran tauhid, dia mendapat penolakan Bani Israil tetapi, tetap gigih menyampaikannya. Nabi Isa a.s. diberi mukjizat oleh Allah Swt. yang diceritakan dalam Q.S al-Ma'idah/5:110, pada dasarnya yaitu:
  1. Dapat berbicara dengan insan ketika masih bayi atau masih dalam buaian.
  2. Dapat menyembuhkan orang yang buta semenjak lahir.
  3. Dapat menyembuhkan orang yang berpenyakit lepra dengan seizin Allah Swt.

Sementara itu, sebelum diangkat ke langit, Nabi Isa a.s. memberikan kabar kepada para pengikutnya bahwa akan tiba seorang Nabi dan Rasul berjulukan Ahmad. Nabi dan rasul yang dimaksud Nabi Isa a.s. ialah epilog dari seluruh Nabi dan Rasul, yakni Nabi Muhammad saw. Ahmad sesungguhnya nama lain dari Nabi Muhammad saw., yang ajarannya akan melengkapi seluruh aliran Nabi dan Rasul sebelumnya. Allah berfirman dalam (Q.S. al-Saff/61:6):

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ
Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, ”Wahai Bani Israil! Sesungguhnya saya utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar bangga dengan seorang Rasul yang akan tiba setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” . . . (Q.S. al-Saff/61:6)

Berdasarkan kisah Nabi Isa a.s. di atas, marilah kita ambil pesan tersirat dan suri teladan.
  1. Kita harus menjaga kehormatan diri, kehormatan orang bau tanah dan keluarga. Seperti yang dicontohkan Maryam, ibunda Nabi Isa a.s.
  2. Kita harus berani berkata yang benar.
  3. Kita harus meyakini bahwa Nabi Isa a.s. yakni seorang Rasul.
  4. Kita meyakini bahwa Nabi Isa diberi wahyu berupa Kitab Suci Injil.
  5. Kita harus menyembah Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa dan Mahasuci.
  6. Kita yakin bahwa orang yang takwa niscaya dilindungi oleh Allah Swt. ibarat Nabi Isa a.s. yang dikejar-kejar pasukan Romawi untuk disalib, tapi Allah Swt. menyelamatkannya.

E. Kisah Keteladanan Ashabul Kahfi
Ashabul Kahfi menceritakan tujuh orang cowok dan seekor anjing yang ditidurkan oleh Allah Swt. selama 309 tahun. Kisah Ashabul Kahfi sanggup kita temui dalam Q.S. al- Kahf/18:13.

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

Artinya:
”Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka yakni pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (Q.S. al-Kahf/18:13)

Ashabul Kahfi hidup di negeri Syam yang dikuasai bangsa Romawi yang dipimpin Daqianus. Daqianus ialah seorang penyembah berhala yang amat fanatik. Ia menyebar kepetangan ke seluruh negeri Syam untuk mengetahui orang-orang yang tidak menyembah berhala.
 yakni seorang rasul yang mengajak kaumnya untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan Mahasu Meneladani Para Nabi dan Ashabul Kahfi
Ashabul Kahfi yakni sekelompok cowok yang beriman kepada Allah Swt., yang meyakini bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah Swt. semata. Mereka teguh di atas keyakinan yang
benar. Meskipun bertentangan dengan lebih banyak didominasi masyarakat ketika itu. Ashabul Kahfi mengambil keputusan untuk menghindari kejaran Daqianus dengan cara bersembunyi di gua.

Demi menyelamatkan keyakinan dan keyakinan mereka. Sebelumnya mereka berdoa kepada Allah Swt.

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Artinya:
(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua kemudian mereka berdoa, ”Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (Q.S. al-Kahf/18:10)

Allah Swt. pun mengabulkan doa mereka dan memudahkan urusan mereka. Mereka berlindung di dalam sebuah gua yang cukup luas sehingga mereka sanggup tinggal dengan nyaman di dalamnya. Allah
Swt. juga menidurkan mereka di dalam gua tersebut selama 309 tahun sehingga mereka tak sanggup dibangunkan oleh bunyi apa pun.

Ketika Allah Swt. membangunkan Ashabul Kahfi, salah satu dari mereka pergi ke kota dengan membawa uang untuk membeli makanan. Ternyata ia mendapati negeri (yaitu negeri Daqianus) sudah berubah, penduduk dan pemerintah pun telah berganti. Penduduk tidak mengenali mereka, juga tidak seorang pun yang dia kenal dari penduduk negeri tersebut.

Ashabul Kahfi yang beriman kepada Allah Swt. dan jujur dengan keimanannya sehingga Allah Swt. balas keimanan dan kejujuran mereka dengan menyelamatkan dan memuliakan mereka dengan menimbulkan mereka sebagai teladan bagi orang-orang yang beriman hingga tamat zaman. Kita harus yakin, bahwa orang yang beriman sanggup pinjaman dari Allah Swt. Hal itu diperlihat Allah Swt. yang melindungan Ashabul Kahfi tersebut

No comments:

Post a Comment