Thursday, May 7, 2020

Keberagaman Dalam Masyarakat Indonesia

Keberagaman yaitu suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam aneka macam bidang. Perbedaan tersebut terutama dalam hal suku bangsa, ras, agama, keyakinan, ideologi politik, sosial budaya, ekonomi, dan jenis kelamin. Keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan bangsa.

Gambaran keberagaman bangsa Indonesia sanggup kita lihat dari ras, dan suku dengan memperhatikan warna kulit, bentuk rambut dan lain lain. Gambaran keberagaman bangsa Indonesia sanggup kita lihat dari sosial budaya, sedangkan dari seni sebagai hasil dari kebudayaan sanggup kita lihat dari tarian dan nyanyian. Yang semuanya terbingkai dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika Sejarah bangsa Indonesia menawarkan bahwa aneka macam agama di Indonesia semenjak dahulu kala berkembang dan berdampingan secara damai.

1. Faktor Penyebab Keberagaman Masyarakat Indonesia
Keberagaman di Indonesia disebabkan oleh keadaan geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan letaknya saling berjauhan. Nenek moyang kita dahulu menetap di kawasan yang terpisah sehingga berbagi kebudayaannya sendiri-sendiri. Secara umum keberagaman masyarakat Indonesia disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.
  1. Letak strategis wilayah Indonesia. Letak Indonesia yang strategis menimbulkan wilayah kita menjadi jalur perdagangan internasional. Kedatangan bangsa abnormal yang berbeda ras, kemudian menetap di Indonesia menimbulkan kemajemukkan ras, agama dan bahasa.
  2. Kondisi negara kepulauan. Negara Indonesia terdiri atas beribu-ribu pulau yang secara fisik terpisah-pisah. Hal ini menimbulkan perbedaan suku bangsa, bahasa, budaya, serta peranan pria dan perempuan.
  3. Perbedaan kondisi alam. Kondisi alam yang berbeda ibarat kawasan pantai, pegunungan, kawasan subur, padang rumput, pegunungan, dataran rendah, rawa, dan bahari menimbulkan perbedaan masyarakat.
  4. Keadaan transportasi dan komunikasi. Kemajuan sarana transportasi dan komunikasi juga memengaruhi perbedaan masyarakat Indonesia. Kemudahan sarana ini membawa masyarakat gampang bekerjasama dengan masyarakat lain, meskipun jarak dan kondisi alam yang sulit.
  5. Penerimaan masyarakat terhadap perubahan. Ada masyarakat yang gampang mendapatkan orang abnormal atau budaya lain, ibarat masyarakat perkotaan. Namun ada juga sebagian masyarakat tetap bertahan pada budaya sendiri.
No.Faktor PenyebabKeberagaman yang Terjadi
1.Letak strategis wilayah IndonesiaKedatangan bangsa abnormal yang berbeda ras, kemudian
menetap di Indonesia menimbulkan kemajemukkan ras,
agama dan bahasa.
2.Kondisi negara kepulauanSetiap masyarakat di kepulauan berbagi budaya
mereka masing-masing, sesuai dengan tingkat kemajuan
dan lingkungan masing-masing. Hal ini mengakibatkan
perbedaan suku bangsa, bahasa, budaya, tugas laki-laki
dan perempuan, dan keyakinan atau agama.
3.Perbedaan kondisi alam.Masyarakat di kawasan pantai berbeda dengan masyarakat
pegunungan, ibarat perbedaan bentuk rumah, mata
pencaharian, masakan pokok, pakaian, kesenian,
bahkan kepercayaan.
4.Keadaan transportasi dan komunikasi.Kemudahan sarana ini membawa masyarakat mudah
bekerjasama dengan masyarakat lain, walaupun jarak
dan kondisi alam yang sulit. Sebaliknya sarana yang terbatas
juga memjadi penyebab keberagaman masyarakat Indonesia.
5.Penerimaan masyarakat terhadap perubahanAda masyarakat yang gampang mendapatkan orang abnormal atau
budaya lain, ibarat masyarakat perkotaan. Namun ada
juga sebagian masyarakat yang tetap bertahan pada budaya sendiri, tidak mau mendapatkan budaya luar.

2. Keberagaman Suku
Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa berarti sekelompok insan yang mempunyai kesatuan budaya dan terikat oleh kesadaran dan identitas tersebut. Kesadaran dan identitas biasanya dikuatkan oleh kesatuan bahasa. Jadi, suku bangsa merupakan adonan sosial yang dibedakan dari golongan-golongan sosial lantaran mempunyai ciri-ciri paling fundamental dan umum berkaitan dengan asal undangan dan tempat asal serta kebudayaan.

Keberagaman bangsa Indonesia, diakibatkan oleh jumlah suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia sangat banyak dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Setiap suku bangsa mempunyai ciri atau abjad tersendiri, baik dalam aspek sosial maupun budaya. Menurut penelitian Badan Pusat Statistik yang dilaksanakan tahun 2010, di Indonesia terdapat 1.128 suku bangsa. Antarsuku bangsa di Indonesia mempunyai aneka macam perbedaan dan itulah yang membentuk keanekaragaman di Indonesia.
No.Suku BangsaUraian
1.Suku Jawa
  1. Nama bahasa kawasan : Bahasa Jawa
  2. Nama rumah adab : Rumah adab Joglo
  3. Nama tarian kawasan : Tari Serimpi, Tari Gambyong, Tari Bambangan Cakil
  4. Nama pakaian kawasan : Jawi Jangkep dan Kebaya
2.Suku Sunda
  1. Nama bahasa kawasan : Bahasa Sunda
  2. Nama rumah adab : Rumah adab Kasepuhan
  3. Nama tarian kawasan : Tari Topeng, Tari Merak, Tari Jaipong
  4. Nama pakaian kawasan : Kebaya
3.Suku Betawi
  1. Nama bahasa kawasan : Bahasa Betawi
  2. Nama rumah adab : Rumah Adat Kebaya
  3. Nama tarian kawasan : Tari Topeng, Tari Yapong
  4. Nama pakaian kawasan : Sadariah
4.Suku Batak
  1. Nama bahasa kawasan : Bahasa Batak
  2. Nama rumah adab : Rumah Adat Bolon
  3. Nama tarian kawasan : Tari Tor-tor, Tari Endeng-endeng, Tari Manduda, Tari Serampang Dua Belas
  4. Nama pakaian kawasan :Kain Ulos
5.Suku Aceh
  1. Nama bahasa kawasan : Bahasa Aceh
  2. Nama rumah adab : Rumah Adat Krong Bade
  3. Nama tarian kawasan : Tari Seudati,Tari Saman, Meuseukat, Tari jeumpa
  4. Nama pakaian kawasan : Pakaian adab Linto Baro dan Ulee Balang
Kesimpulan :
Keberagaman suku bangsa dan budaya tidak menghalangi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa. Hal itu akan terwujud apabila ada perilaku toleran yang dimiliki oleh setiap warga negara.

3. Keberagaman Agama dan Kepercayaan
Ajaran agama Hindu dan Budha dibawa oleh bangsa India yang sudah usang berdagang dengan Indonesia. Ajaran agama Islam dibawa oleh pedagang Gujarat dan Parsi sekitar kala ke-13. Kedatangan bangsa Eropa membawa aliran agama Kristen dan Katolik, sedangkan pedagang dari Cina menganut agama Kong Hu Chu. Berbagai aliran agama diterima oleh bangsa Indonesia lantaran masyarakat sudah mengenal keyakinan ibarat animisme dan dinamisme.
Keberagaman yaitu suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam ber Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia
No.AgamaUraian
1.Agama Islam
  1. Nama kitab suci : Al Quran
  2. Nama tempat ibadah : Masjid
  3. Nama hari besar keagamaan : Idhul Fitri, Idhul Adha, Nuzulul Qur'an, Lailatul Qadar, Maulid Nabi, Isra Mi'raj
  4. Nama upacara keagamaan : Shallat 5 Waktu, Shallat Sunnah, Shallat Istisqa, Membaca ayat suci Al Qur'an.
2.Agama Kristen
  1. Nama kitab suci : Alkitab
  2. Nama tempat ibadah : Gereja
  3. Nama hari besar keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih
  4. Nama upacara keagamaan : Kebaktian malam Paskah, Kebaktian subuh, Magnificat, Perminyakan (agama), Persembahan hewan, dan Sursum corda
3.Agama Katholik
  1. Nama kitab suci : Alkitab
  2. Nama tempat ibadah : Gereja
  3. Nama hari besar keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih, Advent, Pentakosta
  4. Nama upacara keagamaan : Misa Kudus, Jalan Salib, Tujuh Sakramen, Tahbisan Imam, Doa Rosario dll
4.Agama Hindhu
  1. Nama kitab suci : Weda
  2. Nama tempat ibadah : Pura
  3. Nama hari besar keagamaan : Hari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi
  4. Nama upacara keagamaan : Manusa Yadnya yaitu upacara yang dilakukan pada hari lahir dan Pitra Yadnya yaitu prosesi upacara pembakaran jenazah
5.Agama Budha
  1. Nama kitab suci : Tri Pitaka
  2. Nama tempat ibadah : Vihara
  3. Nama hari besar keagamaan : Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina, dan Ulambana
  4. Nama upacara keagamaan : Makna Amisa Puja yaitu pemujaan dengan persembahan, Patipatti Puja yaitu pemujaan dengan pelaksanaan, Pahala Patipatti Puja
6.Agma Khonghucu
  1. Nama kitab suci : Si Shu Wu Ching
  2. Nama tempat ibadah : Li Tang / Klenteng
  3. Nama hari besar keagamaan : Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh
  4. Nama upacara keagamaan : Cing Bing membersihkan makam, menata makam yang rusak, Sembayang Tiong Jiu sembayang terhadap Tuhan lantaran berkah yang diberikan, Sembahyang Su (Twan Yang) sembahyang Kepada Tuhan atas kondisi alam yg tidak harmonis
Kesimpulan :
Adanya keragaman agama dihentikan menjadi penghambat dalam pergaulan. Setiap pelajar harus berbagi perilaku toleran, hormat menghormati, dan bekerja sama antarpemeluk agama serta keyakinan yang berbeda-beda sehingga terwujud kerukunan hidup.

4. Keberagaman Ras
Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 perihal Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, menyebutkan bahwa ras yaitu golongan bangsa berdasarkan ciri-ciri fisik dan garis keturunan. Setiap insan mempunyai perbedaan ras dengan insan lainnya lantaran adanya perbedaan ciri- ciri fisik, ibarat warna kulit, warna dan bentuk rambut, bentuk muka, ukuran badan, bentuk badan, bentuk dan warna mata, dan ciri fisik yang lain.
No.RasUraian
1.Mongoloid
  1. Mongoloid Asia (Asiatic Mongoloid): warna kulit kuningpucat atau putih lobak, ukuran tubuh sedang, rambut hitamkejur, bentuk muka lonjong atau oval dan bulat, mata sipit.Ras tersebut terdapat di kawasan Asia Utara, Asia Tengah,dan Asia Timur.
  2. Mongoloid Malaya atau Oceania (Malayan Mongoloid):warna kulit kuning kecokelatan, ukuran tubuh agak tinggi,bentuk muka lonjong atau oval dan bulat, mata biasa, rambuthitam lurus, dan bergelombang (ikal). Mereka terdapat didaerah Asia Tenggara, Kepulauan Indonesia, Malaysia,Filipina, dan penduduk orisinil Taiwan.
  3. Mongoloid Amerika atau Indian (American Mongoloid):warna kulit merah, ukuran tubuh tinggi, rambut hitam lurus,bentuk muka lonjong atau oval, mata sipit. Mereka terdapatdi kawasan Amerika Selatan (penduduk Terra del Fuego) dandi Amerika Utara (penduduk orisinil Eskimo)
2.Negroid
  1. Negroid Afrika (African Negroid): tubuh kekar dan tinggi,kulit hitam pekat, rambut hitam keriting, bentuk muka bulatatau tebal. Jenis ras ini terdapat di Benua Afrika.
  2. Negrito: ukuran tubuh pendek dan kekar, ukuran kakidan tangan pendek. Mereka terdapat di Afrika Tengah,semenanjung Melayu, dan Filipina.
  3. Negroid Melanesia (Papua Melanosoid): ciri-ciri tubuh antaraNegroid Afrika dan Negrito. Mereka terdapat di PulauPapua dan Kepulauan Melanesia.
  4. Austroloid: ciri-ciri tubuh hampir sama dengan NegroidAfrika. Kelompok ini merupakan ras penduduk asliAustralia: bertempat tinggal di kawasan pedalaman, hidupsecara bergerombol dan berpindah-pindah. Saat inijumlahnya relatif sedikit dan semakin berkurang.
3.Ras Khusus
  1. Bushman, mempunyai ukuran tubuh sedang, warna kulitcoklat, rambut hitam keriting, mata lebar. Mereka terdapatdi kawasan gurun Kalahari (Afrika Selatan).
  2. Veddoid, ciri-cirinya hampir sama dengan Negrito, ukurantubuh lebih pendek mendekati kerdil. Mereka terdapat didaerah pedalaman Srilanka dan Sulawesi Utara.
  3. Polinesoid, ukuran tubuh sedang, warna kulit cokelat,mata lebar, rambut hitam berombak. Mereka terdapat diKepulauan Mikronesia dan Polinesia.
  4. Ainu, mempunyai warna kulit dan rambut ras Kaukasoid, tetapibentuk muka ras Mongoloid. Mereka terdapat di PulauHokaido dan Karafuko (Jepang Utara).
4.Kaukasoid
  1. Kaukasoid Nordik (Nordic Caucasoid): ukuran tubuh tinggi,rambut keemasan, mata biru, bentuk muka lonjong atauoval. Ras tersebut terdapat di kawasan Eropa Utara sekitarLaut Baltik.
  2. Kaukasoid Mediterania (Mediteran Caucasoid): ukuran tubuhlebih pendek daripada Nordik, rambut cokelat dan hitam, matacoklat, bentuk muka bulat. Ras tersebut terdapat di sekitar LautTengah, Afrika Utara, Armenia, Saudi Arabia, dan Iran.
  3. Kaukasoid Alpin (Alpin Caucasoid): ciri-ciri tubuh antara tipeNordik dan Mediterania. Mereka terdapat di kawasan EropaTimur dan Eropa Tengah.
  4. Kaukasoid Indik atau Hindu (Indic Caucasoid): ukurantubuh lebih pendek daripada Mediterania, warna kulitras Mong o loid (kuning dan coklat), tetapi bentuk mukaras Kaukasoid, mata hitam, rambut hitam, bentuk mukalonjong atau oval dan bulat. Mereka terdapat di Pakistan,India, Banglades, dan Srilanka.
Kesimpulan :
Kondisi masyarakat Indonesia yang mempunyai keberagaman ras berpotensi menimbulkan konflik yang tidak hanya merugikan kelompok-kelompok masyarakat tetapi juga merugikan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Oleh lantaran itu, setiap warga negara harus menjunjung tinggi rasa persaudaraan, kekerabatan, dan persahabatan sehingga terwujud perdamaian.

5. Keberagaman Antargolongan
Keberagaman masyarakat di Indonesia sanggup dilihat dari struktur masyarakatnya. Struktur masyarakat Indonesia berdasarkan Syarif Moeis (2008) ditandai dengan dua ciri atau dua titik pandang. Pertama, secara horizontal ditandai oleh kenyataan adanya kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan perbedaan-perbedaan suku bangsa, agama, adab istiadat, dan kedaerahan. Secara vertikal, ditandai dengan adanya lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam.
No.AntargolonganUraian
1.Ukuran KekayaanUkuran kekayaan yaitu kepemilikan harta benda seseorang dilihat dari jumlah dan materiil saja. Biasanya orang yang mempunyai harta dalam jumlah yang besar akan menempati posisi teratas dalam penggolongan masyarakat berdasarkan kriteria ini. Golongan berdasarkan ukuran kekayaan yaitu Si Kaya dan Si miskin.
2.Ukuran kekuasaan dan wewenangUkuran kekuasaa dan wewenang yaitu kepemilikan kekuatan atau power seseorang dalam mengatur dan menguasai sumber produksi atau pemerintahan. Biasanya ukuran ini dikaitkan dengan kedudukan atau status sosial seseorang dalam bidang politik. Golongan berdasarkan kekuasaan dan wewenang yaitu penguasa dan rakyat.
3.Ukuran kehormatanUkuran kehormatan dapat diukur dari gelar kebangsawanan atau sanggup pula diukur dari sisi kekayaan materiil. Orang yang mempunyai gelar kebangsawanan yang menyertai namanya, ibarat raden, raden mas, atau raden ajeng akan menduduki strata teratas dalam masyarakat. Golongan berdasarkan ukuran kehormatan yaitu Ningrat dan jelata.
4.Ukuran ilmu pengetahuanUkuran ilmu pengetahuan artinya ukuran kepemilikan seseorang atau penguasaan seseorang dalam hal ilmu pengetahuan. Kriteria ini sanggup pula disebut sebagai ukuran kepandaian dalam kualitas. Berdasarkan ukuran ini, orang yang berpendidikan tinggi, contohnya seorang sarjana akan menempati posisi teratas dalam stratifikasi sosial di masyarakat. Golongan berdasarkan ilmu pengetahuan yaitu cendekiawan dan awam.
Kesimpulan :
Meskipun berbeda-beda golongan namun seluruh warga negara hidup dalam satu ikatan yang kuat, tanah air Indonesia. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang merupakan ciri bangsa Indonesia harus selalu dilestarikan dan dijadikan dasar bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

No comments:

Post a Comment