Monday, May 11, 2020

Faktor Yang Mensugesti Perkembangan Jasmani

Sejak lahir jasmani insan terus tumbuh dan berkembang baik dalam ukuran maupun kinerjanya. Pertumbuhan dan perkembangan ini berjalan terus hingga seseorang menjadi cukup umur yaitu pada umur sekitar 25 tahun. Namun perkembangan jiwa seseorang contohnya perkembangan kecerdasan tidak berhenti ketika mencapai umur 25 tahun. Hal ini disebabkan lantaran perkembangan jiwa atau kecerdasan seseorang mungkin masih sanggup berlangsung terus sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Pertumbuhan merupakan sebuah fase meningkatnya jumlah sel tubuh makhluk hidup dengan diikuti bertambahnya ukuran berat dan tinggi. Pertumbuhan jasmani dan pertumbuhan kecerdasan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor atau keadaan, menyerupai berikut ini.

1. Faktor Keturunan
Faktor keturunan merupakan salah satu unsur dasar yang sanggup memilih pertumbuhan tubuh seseorang. Seseorang akan sanggup mencapai pertumbuhan tubuh sesuai dengan arahan gen tinngi tubuh yang diwarisi oleh orang tuanya. Faktor keturunan sanggup diartikan bahwa jikalau orang tuanya besar-besar, memungkinkan anak-anaknya juga besar-besar. Kalau orang tuanya tinggi, anaknya juga mempunyai kemungkinan bertubuh tinggi. Kalau orang tuanya pandai, anaknya juga kemungkinan berotak cerdas. Walaupun berdasarkan aturan keturunan (hukum genetika, tidak selalu sanggup demikian halnya).
Sejak lahir jasmani insan terus tumbuh dan berkembang baik dalam ukuran maupun kinerjany Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Jasmani
2. Faktor Pembawaan
Penbawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang memilih hasil perkembangannya. Artinya, perkembangan seseorang sudah ditentukan pula oleh keadaannya selama di dalam kandungan. Misalnya ada bawah umur yang lahir dengan kelainan-kelainan pada cuilan tubuhnya, menyerupai busung kepala atau hydrocephalus, bibir sumbing, langit-langit yang terbelah, perkembangan jaringan otak yang tidak sempurna, dan macam-macam cacat jasmani lainnya.

3. Faktor Luar
Faktor eksternal ialah segala sesuatu yang berada di luar diri individu yang keberdaannya mempengaruhi terhadap dinamika perkembangan. Faktor luar yang perlu mendapat perhatian ialah sebagai berikut:
  • Keadaan gizi. Kualitas gizi insan semenjak di dalam kandungan, dan pada masa-masa pertumbuhan selanjutnya mempunyai imbas yang sangat besar terhadap perkembangan jasmani dan kecerdasan. Para hebat beropini bahwa kekurangan protein atau zat putih telur pada waktu bawah umur sanggup mempengaruhi pertumbuhan kecerdasan.
  • Gangguan kesehatan. Anak-anak yang sering sakit sudah barang tentu akan terganggu pula pertumbuhan badannya. Lebih-lebih penyakit yang menahun.
  • Rangsangan. Dengan latihan-latihan jasmani atau berolahraga jasmani akan dirangsang untuk tumbuh menjadi lebih kuat dan sehat. Orang-orang yang kurang gerak jasmaninya akan menjadi lemah dan tidak tahan menghadapi serangan banyak sekali penyakit.

B. Pertumbuhan, Perkembangan, Kebutuhan serta
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Anak Usia Sekolah
Pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah dipengaruhi oleh (interaction) dan keputusan-keputusan yang diambilnya setiap saat, sehingga merupakan suatu proses yang dinamis. Ada beberapa tahap (stadium) tertentu di dalam proses pertumbuhan dan perkembangan ini, tetapi setiap orang tumbuh dan berkembang dipengaruhi oleh faktor-faktor keturunan, lingkungan dan pengalaman-pengalaman pribadi.

Berikut ini akan diuraikan beberapa sifat-sifat dari pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah dengan menunjukkan kebutuhan kesehatan siswa sehingga sanggup dibentuk bimbingan, pendidikan dan pelajaran-pelajaran yang akan diberikan pada anak usia tertentu.
KriteriaKeterangan
Umur 6-14 Tahun:
Perkembangan Jasmani
  1. Perkembangan jasmani relatif lambat dibandingkan dengan perkembangan pada usia sebelumnya.
  2. Adanya pertumbuhan bola mata, sehingga ada kemungkinan terjadinya gangguan penglihatan pada masa ini.
  3. Kerangka tulang belakang serta ligament masih lemah, sehingga perlu dijaga perilaku duduk dan berdiri yang baik.
  4. Masa pubertas yang terjadi pada simpulan masa ditandai dengan adanya pertumbuhan tubuh yang sangat cepat.
  5. Telah tampak tanda-tanda permulaan masa adolesensia (masa remaja), pada anak pria bunyi membesar, pada anak perempuan membesarnya buah dada serta haid pertama.
  6. Perkembangan jasmani sangat dipengaruhi oleh lingkungan mental dan sosial.
Perkembangan Jiwa, Emosi, Sosial dan Intelek
  1. Mulai berguru menghitung, membaca dan menulis, sudah mulai mengadakan konsepsi, simbolisasi dan berguru mengadakan komunikasi.
  2. Dimulai suatu perkembangan ”kepribadian sosial” dan mulai menyadari konsep-konsep hidup, (concience, moralitas dan norma kehidupan).
  3. Pada masa pubertas (12-14), energi meluap-luap, avonturisme dan kekerabatan dengan orang lain masih canggung.
  4. Nilai religi (agama), etik dan estitik belum mendalam.
Kebutuhan (Requirements)
  1. Jumlah masakan yang cukup serta mempunyai nilai gizi yang tinggi.
  2. Latihan-latihan jasmani dan istirahat yang cukup serta teratur.
  3. Tindakan-tindakan pencegahan penyakit.
  4. Di dalam dan di luar lingkungan keluarga (sekolah, kepramukaan dan sebagainya), perlu diberi kesempatan untuk sanggup memperkembangkan kepribadiannya yang mencakup segi sosial dan moral.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
  1. Masalah gizi yang antara lain disebabkan oleh faktor emosionil.
  2. Penyakit.
  3. Masalah gigi berupa antara lain malloclussion, crowding.
  4. Kontak lingkungan lebih luas sehingga sanggup menimbulkan konflikkonflik lantaran perubahan-perubahan yang dialaminya.
Mesa Adolesensia (Masa Remaja)
Perkembangan Jasmani
  1. Fungsi organ-organ endoktrin telah mencapai kesempurnaan.
  2. Jaringan otot-otot pada anak pria lebih berkembang dari pada jaringan otot pada anak perempuan.
  3. Penambahan jaringan lemak di bawah kulit (subkutan) lebih banyak pada perempuan dari pada anak laki-laki.
Perkembangan Jiwa, Emosi, Sosial dan Intelek
  1. Faktor yang penting ialah perhatian terhadap seks, yang memengaruhi kekerabatan dengan mitra dari jenis kelamin yang lain.
  2. Pemikiran sudah kritis, juga terhadap kewibawaan orang tuanya.
  3. Emosi belum mencapai suatu stabilisasi tertentu dan perlu adanya simpati dan nasehat-nasehat.
  4. Mulai memisahkan diri dari orang renta dan mencari pergaulan dengan teman-teman sebayanya.
  5. Ada kegiatan dan experimental sosial.
  6. Melalui proses identifikasi dan imitasi dibangkitkan dan dikembangkan impian muluk dan aspirasi-aspirasi yang tinggi, perlu adanya identification figure yang baik.
Kebutuhan (Requirements)
  1. Faktor yang penting ialah perhatian terhadap sek, yang memengaruhi kekerabatan dengan mitra dari jenis kelamin yang lain.
  2. Pemikiran sudah kritis, juga terhadap kewibawaan orang tuanya.
  3. Emosi belum mencapai suatu stabilisasi tertentu dan perlu adanya simpati dan nasehat-nasehat.
  4. Mulai memisahkan diri dari orang renta dan mencari pergaulan dengan teman-teman sebayanya.
  5. Ada kegiatan dan experimental sosial.
  6. Melalui proses identifikasi dan imitasi dibangkitkan dan dikembangkan impian muluk dan aspirasi-aspirasi yang tinggi, perlu adanya identification figure yang baik.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
  1. Kurang pengertian, pengetahuan serta perhatian wacana kesehatan, sanggup menimbulkan majemuk penyakit, cidera akhir kecelakaan, anemia, penyakit kulit, TBC, kekurangan gizi, obesitas, problem-problem psikologi, problem-problem seks dan lain-lain.
  2. Adaptasi sosial yang tidak berhasil, menimbulkan majemuk tingkah laris dan perbuatan yang tidak baik, konflik dan cara- cara kehidupan yang tidak serasi dalam keluarga lambat laun sanggup menimbulkan gangguan mental, neurosis, psikosis, narkotika, dan lain-lain.
  3. Kehidupan spirituil yang gres berkembang sanggup berubah-rubah berdasarkan situasi kondisi dan waktu serta sanggup menimbulkan penyelewengan atau tindakan ekstrem.

C. Usaha-Usaha yang perlu dikerjakan untuk Memenuhi Kebutuhan
  1. Pendidikan kesehatan termasuk di dalamnya wacana perkawinan dan kehidupan keluarga.
  2. Pemeliharaan kesehatan badan, termasuk pencegahan penyakit.
  3. Bimbingan dalam berguru dan kegiatan extra kurikuler.
  4. Pendidikan ketrampilan (vocational training).
  5. Usaha bimbingan dan nasehat bagi pelajar.
  6. Olahraga kesehatan.
  7. Pendidikan wacana bahaya-bahaya lingkungan.

D. Ciri-Ciri Anak Sehat dan Tanda-Tanda Gangguan Kesehatan
Dalam kehidupan sehari-hari, ciri-ciri anak sehat sanggup dilihat atau dinilai dari beberapa faktor-faktor berikut: Tumbuh dengan baik, yang sanggup dilihat dari naiknya berat tubuh dan tinggi tubuh secara teratur dan proposional. Tingkat perkembangannya sesuai dengan tingkat umurnya. Tampak aktif atau gesit dan besar hati dalam kesehariannya. Mata higienis dan bersinar. Nafsu makan baik. Bibir dan pengecap tampak segar. Pernafasan tidak berbau. Kulit dan rambut tampak higienis dan tidak kering. Praktis beradaptasi dengan lingkungannya. Namun lebih lengkapnya dijelaskan sebagai berikut.
KriteriaKeterangan
Ciri Anak Sehat
  1. Tumbuh dengan baik, sanggup dilihat dari naiknya berat tubuh dan tinggi tubuh secara teratur, dan proporsional.
  2. Tangkas, gesit dan gembira.
  3. Mata higienis dan bersinar.
  4. Nafsu makan baik, percenaan baik, bibir dan pengecap segar, pernafasan tidak berbau.
  5. Senang melaksanakan olahraga dan menikmati masa istirahatnya secara teratur.
  6. Kulit dan rambut higienis dan tidak kering.
  7. Tidak mempunyai perasaan tertekan dan praktis beradaptasi dengan orang lain dan lingkungannya.
  8. Perkembangan jasmani dan rohani sesuai dengan tingkatan umur dan kelamin.
Tanda-Tanda Gangguan Kesehatan
  1. Keadaan umum : kesan umum jelek, perilaku tubuh yang buruk, lekas lelah, sangat gemuk/kurus, kurang bersemangat, lekas lelah, kebiasaan makan yang kurang baik, kesulitan dalam membaca/mendengar, dan tidak melaksanakan kebiasaan-kebiasaan sehat..
  2. Mata : sering mengedipkan/mengusap mata, mata berair, banyak kotoran, peradangan mata, mata juling, mata melihat terlalu dekat/jauh.
  3. Telinga : berdengung-dengung, pekak (pendengaran berkurang), berair/nanah, sering mencicipi sakit di telinga, abses bawah pendengaran (gondongan).
  4. Hidung dan ekspresi : ingus meleleh, berdarah, sukar bernafas dari hidung, sering pilek, kerongkongan sakit, tonsil membesar, tidur dengan ekspresi terbuka, ekspresi berbau, gigi berlobang, dan gusi berdarah.
  5. Tingkah laris : gelisah, gerakan-gerakan tak terkendali,  sering bertengkar, tidak kooperatip, gangguan berbicara, sering ke kamar kecil, mencuri (kleptomania), sering tak masuk sekolah lantaran sering masuk angin. sakit kepala. sakit gigi, dan malas bersekolah.
  6. Tanda-tanda kurang gizi : timbangan berat tubuh terus menurun, atau dalam jangka waktu tertentu tidak kunjung naik, mata cekung, bulat biru sekitar mata, kelopak/selaput mata pucat,  roman muka yang tegang atau lemah, otot lembek, lekas lelah, pucat, perilaku tubuh yang buruk, dan pemarah, perilaku masa kurang pandai (apathis).

E. Pemanfaatan Waktu Luang untuk Kesehatan

Waktu luang ialah waktu yang tidak dugunakan untuk “bekerja” (bekerja di sini maksudnya kegiatan mencari nafkah, sekolah, makan, tidur, dan sebagainya) dan waktu ini sanggup diisi dengan kegiatan–kegiatan yang disukai maupun sebagai sarana mewujudkan potensi. Berikut ini beberapa kegiatan yang sanggup digunakan untuk kesehatan.

1. Gerak Badan
Gerak tubuh merupakan gerakan-gerakan anggota tubuh yang sengaja dilakukan untuk tujuan tertentu. Untuk orang yang bekerja dengan pikiran dan sedikit menggerakkan tubuhnya akan mendapat gangguan penyakit tertentu. Seharusnya kita sanggup melaksanakan olahraga di waktu senggang. Dampak berolahraga untuk tubuh antara lain:
  1. Otot-otot tubuh dengan baik dan serasi serta ada kelenturan yang baik.
  2. Pertumbuhan dan perkembangan bagian-bagian tubuh yang harmonis.
  3. Memperbaiki otot-otot usus sehingga peristaltik (gerakan) usus teratur dan baik, serta menghilangkan sembelit.
  4. Memperbaiki sirkulasi darah (peredaran darah).
  5. Pernapasan dalam dan cepat sehingga paru-paru jadi sehat; dan sanggup melaksanakan fungsinya dengan baik.
  6. Pembakaran hidrat arang dan lemak dengan baik, sehingga napsu makan baik dan pengeluaran kotoran sempurna.
  7. Sebagai variasi, serta rekreasi yang risikonya secara tidak pribadi tercermin dalam air muka yang cerah dan banyak senyum.

2. Rekreasi
Rekreasi berarti kesukaan atau membuat kembali, mengembalikan sesuatu yang keluar atau hilang. Contoh kegiatan rekreasi, contohnya : darmawisata, ke taman margasatwa, ke museum, ke desa yang tenteram, dan istirahat di gunung. Dengan rekreasi didapatkan kesejukan jasmani maupun kesehatan mental kembali, sehingga sanggup mengerjakan pekerjaan (tugas) sehari-hari dengan tenaga gres dan pikiran yang jernih.

3. Istirahat
Istirahat ialah suatu kondisi yang tenang, rileks tanpa ada stres emosional, bebas dari kecemasan. Istirahat tidak hanya mengurangi kegiatan otot, akan tetapi juga meringankan ketegangan pikiran, dan menenteramkan rohani. Istirahat sanggup dipenuhi dengan bermacam cara, misalnya: mendengarkan radio, menonton televisi, mengobrol dengan teman, tidur-tiduran, melihat perlombaan, membaca buku bacaan/ majalah, dan lain sebagainya.

Beberapa manfaat istirahat bagi tubuh kita antara lain: Pertama melepaskan lelah. Kedua memberi kesempatan pada tubuh untuk membentuk kekuatan baru, lantaran waktu istirahat sel sel dalam tubuh menghisap zat-zat masakan yang ada dalam darah untuk membina kekuatan kembali. Ketigaa menambah kesejukan dan kekuatan. Selain itu istirahat juga sanggup memperpanjang umur sel-sel tuhuh.

Waktu dan lamanya istirahat contohnya diantara jam kerja atau berguru (pagi hari lebih kurang jam 10.00 waktu istirahat 10 - 15 menit. Pada waktu siang hari contohnya sebelum makan siang, waktu istirahat 15 – 20 menit setelah makan waktu istirahat 30 – 60 menit. Pada waktu sore hari contohnya sebelum makan 60 menit, setelah makan 60 menit. PadaMalam hari, sebelum tidur 60 menit. Akibat kurang istirahat : kelelahan, sukar tidur, praktis terkena penyakit, makan kurang nafsu, sukar bung air besar, sakit otot-otot, dan gangguan kerja kelenjar-kelenjar tubuh.

4. Tidur
Tidur ialah keadaan istirahat alami yang sangat penting untuk kesehatan. Tidur sebaiknya pada malam hari lamanya 6 jam. Gejala-gejala umum dari kurang tidur antara lain : kelopak mata sayu, pucat, muka muram dan juga pucat, tubuh lemah, kurang kegairahan bekerja, mala, dan lain-lain. Usaha-usaha biar sanggup tidur dengan baik:
  • Tidur dalam satu kamar, tidak terlalu sesak oleh barang-barang dan tidak pula terlalu penuh.
  • Keadaan di dalam kamar haruslah rapih dan bersih, demikian pula alat yang digunakan untuk tidur.
  • Perasaan yang tenang, usahakanlah menghilangkan gangguan pikiran dan tidak gelisah.
  • Ventilasi yang baik (sebaiknya ventilasi silang), bukan berarti jendela- jendela harus dibuka mengusahakan ventilasi yang baik.
  • Kamar tidak terlalu panas, temperatur kamar tidak lebih dari 68ºF. Temperatur kamar yang baik antara 65 dan 68°F, hal ini juga tergantung dari temperatur luar (kering atau berangin).

F. Pola-Pola Hidup Sehat
Pola hidup sehat ialah hidup dengan rujukan atau gaya yang lebih fokus kepada hal hal kesehatan, baik itu makanan, prilaku, bahkan gaya hidup yang sangat besar lengan berkuasa kepada kesehatan dan menuju hidup yang sehat baik jasmani maupun rohani. Usaha kesehatan pribadi ialah daya upaya dari seorang untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatannya sendiri. Usaha-usaha untuk melaksanakan hidup sehat antara lain sebagai berikut.
  1. Memelihara kebersihan. Kebersihan tubuh sanggup dilakukan dengan : mandi, gosok gigi, basuh tangan dan sebagainya. Kebersihan pakaian mislnya: dicuci, disetrika. Kebersihan rumah dan lingkungannya dilakukan dengan cara : disapu, buang sampah, buang kotoran dan air limbah pada tempatnya.
  2. Makanan yang sehat. Makanan yang sehat ialah masakan yang bersih, bebas dari bibit penyakit, cukup kualitas dan kuantitasnya.
  3. Cara hidup yang teratur. Makan, tidur, bekerja dan beristirahat secara teratur. Rekreasi dan menikmati hiburan pada waktunya.
  4. Meningkatkan daya tahan tubuh dan kesemaptaan jasmani dilakukan dengan vaksinasi untuk mendapat kekebalan terhadap penyakit-penyakit tertentu, dan olahraga menyerupai : aerobik secara teratur.
  5. Menghindari terjadinya penyakit. Untuk menghindari banyak sekali penyakit sanggup dilakukan dengan cara menghindari kontak dengan sumber penularan penyakit baik yang berasal dari penderita maupun sumber-sumber lainnya. Selain itu juga menghindari pergaulan yang tidak baik, dan selalu berpikir dan berbuat baik serta membiasakan diri untuk mematuhi aturan-aturan kesehatan.
  6. Meningkatkan taraf kecerdasan dan kerohanian sanggup dilakukan dengan cara patuh pada anutan agama, cukup santapan rohani. Selain itu juga meningkatkan pengetahuan baik dengan membaca buku-buku ilmu pengetahuan, menuntut ilmu di dingklik sekolah ataupun dengan berguru dari pengalaman hidup.
  7. Melengkapi rumah dengan fasilitas-fasilitas yang menjamin hidup sehat contohnya dengan adanya sumber air yang baik, kakus yang sehat, kawasan buang sampah dan air limbah yang baik,  perlengkapan PPPK untuk menanggulangi kecelakaan/sakit yang mendadak.
  8. Pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara periodik, pada waktu-waktu tertentu walaupun merasa sehat dan segera memeriksakan diri jikalau merasa sakit.

No comments:

Post a Comment