Friday, June 19, 2020

Kelompok Tumbuh Tumbuhan (Plantae)

Tumbuhan merupakan salah satu dari pembagian terstruktur mengenai makhluk hidup. Tumbuhan mempunyai klorofil atau zat hijau daun yang berfungsi sebagai media penciptaan masakan dan untuk proses fotosintesis. iri yang sangat gampang dikenali pada flora yaitu warna hijau yang mayoritas jawaban kandungan pigmen klorofil yang berperan vital dalam proses penangkapan energi melalui fotosintesis sehingga flora secara umum bersifat autotrof. Tumbuhan bersifat stasioner atau tidak bisa berpindah atas kehendak sendiri, meskipun beberapa alga hijau bersifat motil (mampu berpindah) alasannya mempunyai flagelum. Akibat sifatnya yang pasif ini flora harus menyesuaikan diri secara fisik atas perubahan lingkungan dan gangguan yang diterimanya.

Berdasarkan pembagian terstruktur mengenai lima kingdom, makhluk hidup dibagi ke dalam kelompok Animalia (hewan),
Plantae (Tumbuhan), Fungi (Jamur), Protista, dan Monera. Kelima kingdom diklasifikasi berdasarkan
karakteristik yang khas dari setiap organismeorganisme yang menyusunnya. Kingdom Plantae (tumbuhan) dibagi ke dalam beberapa divisio, yakni Lumut (Bryophyta), Paku-pakuan (Pteridophyta), serta flora berbiji (Spermatophyta). Berdasarkan morfologi atau susunan tubuh, flora sanggup dibedakan lagi atas dua jenis kelompok besar, yaitu sebagai berikut.
Tumbuhan merupakan salah satu dari pembagian terstruktur mengenai makhluk hidup Kelompok Tumbuh Tumbuhan (Plantae)
A. Tumbuhan Tidak Berpembuluh
Tumbuhan tidak berpembuluh (Thallophyta) yang mencakup lumut (Bryophyta). Tumbuhan tidak berpembuluh yaitu flora yang tidak mempunyai berkas pengangkut. Kelompok flora ini belum sanggup dibedakan antara akar, batang, dan daun. Contoh flora yang termasuk kelompok
flora tidak berpembuluh yaitu flora lumut. Memiliki struktur yang mirip akar disebut rizoid, berspora, dan berklorofil.
Tumbuhan merupakan salah satu dari pembagian terstruktur mengenai makhluk hidup Kelompok Tumbuh Tumbuhan (Plantae)
B. Tumbuhan Berpembuluh
Tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta), mencakup paku-pakuan (Pteridophyta) dan flora berbiji (Spermatophyta).Tumbuhan berpembuluh yaitu flora yang mempunyai berkas pengangkut dan sudah sanggup dibedakan antara akar, batang, dan daun.

Tumbuhan berpembuluh disebut flora berkormus. Tumbuhan berkormus terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok kormofita berspora dan kormofita berbiji. Kormofita berbiji mempunyai bunga dan biji. Kormofita berspora tidak mempunyai bunga, contohnya flora paku (Pteridophyta).

1. Tumbuhan Lumut dan Tumbuhan Paku
Tumbuhan lumut dan flora paku yaitu flora yang mempunyai spora serta berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif. Tumbuhan tersebut mempunyai klorofil dan berfotosintesis. Habitatnya berupa daerah yang lembap. Lumut (Bryophyta) memiliki ciri–ciri sebagai berikut:
  1. Memiliki akar, batang, daun, tetapi bukan akar, batang, daun sejati. Akar disebut rhizoid dan belum mempunyai berkas pembuluh.
  2. Rhizoid berfungsi menempelkan badan lumut dan hidup ditempat yang lembab.
  3. Berkembang biak dengan kawin dan tak kawin yang disebut dengan pergiliran keturunan.

Tumbuhan Paku (Pteridophyta) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Tumbuhan paku sudah mempunyai akar batang dan daun yang jelas.
  2. Tempat hidup melekat pada pohon bersifat epifit.
  3. Pada daun terdapat bulatan berwarna kuning/cokelat disebut sorus (sori jikalau banyak). Sorus merupakan kumpulan kotak spora yang dibungkus indusium.
  4. Perkembangbiakan secara kawin dan tak kawin yang disebut pergiliran keturunan

2. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) dikelompokkan menjadi flora berbiji terbuka (Gymnospermae) dan flora berbiji tertutup (Angiospermae).Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Berbiji telanjang alasannya bijinya tidak dibungkus oleh daun buah.
  2. Alat reproduksi berupa berdiri mirip kerucut yang disebut strobilus. Ada dua strobilus, yaitu strobilus jantan dan betina.
  3. Batang besar dan berkambium.
  4. Berakar tunggang dan serabut.
  5. Daun selalu hijau, sempit, tebal, dan kaku. Contoh flora berbiji terbuka yaitu juniper, cemara, damar, pinus, melinjo, dan pakis haji.

Angiospermae yaitu flora yang bakal bijinya tersimpan dalam daun buah Angiospermae mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Organ badan akar batang daun sudah sanggup dibedakan dengan jelas.
  2. Alat perkembangbiakan berupa bunga.
  3. Susunan daun menyirip, menjari, sejajar dan beranekaragam.
  4. Bakal biji tersimpan dalam daun buah.
  5. Adanya pembuahan ganda (terjadi dua kali peleburan), yaitu: antara sel spermatozoid dengan sel telur akan menghasilkan zigot atau biji dan antara sel spermatozoid dengan inti kandung forum sekunder menghasilkan cadangan makanan.

Tumbuhan Angiospermae ada dua, yaitu flora berkeping satu (monokotil) yang sanggup diamati menurut ciri-ciri sebagai berikut. Memiliki satu keping daun lembaga, berakar serabut, batang tidak berkambium, berkas pembuluh pengangkut tersebar, tulang daun sejajar atau melengkung, dan kelopak bunga pada umumnya kelipatan tiga.

Tumbuhan berkeping dua (dikotil) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. Memiliki dua keping daun lembaga, berakar tunggang, batang berkambium, tulang daunnya menjari atau menyirip, berkas pengangkut tersusun dalam satu lingkaran, dan kelopak bunga kelipatan empat atau lima. Perbedaan ciri antara tumbuhan jagung (monokotil) dan tumbuhan kacang tanah (dikotil)
No. Tanaman Bagian
AkarDaunBijiKeterangan
1.JagungSerabutSejajarBerkeping satuTumbuhan monokotil
2.Kacang tanahTunggangMenyiripBerkeping duaTumbuhan dikotil

Berdasarkan apa yang telah kita pelajari sebelumnya, sanggup kita simpulkan bahwa flora dibedakan menjadi 3 kelompok berikut.
  1. Kelompok lumut (Bryophyta).
  2. Kelompok paku-pakuan (Pteridophyta).
  3. Kelompok flora berbiji (Spermatophyta), yang dikelompokkan menjadi dua, yaitu. a. flora berbiji terbuka (Gymnospermae); b. flora berbiji tertutup (Angiospermae), yang dikelompokkan lagi menjadi dua, yaitu: 1) flora monokotil, dan 2) flora dikotil.

No comments:

Post a Comment